Bacalah Doa ini di Saat Malam Lailatul Qadar, Niscaya Kemuliaan Bulan Ramadan Menghampiri


Tak terasa, bulan ramadan akan segera usai.
Datangnya Idul Fitri atau lebaran pun sudah di depan mata
Di hari-hari terakhir bulan puasa ini, istilah Lailatul Qadar pun kerap terngiang di benak kaum muslim.
Seorang muslim yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya pasti sangat merindukan Lailatul Qadar.
Karena malam itu teramat istimewa, malam dengan kadar lebih baik dari 1.000 bulan, atau 83 tahun 3 bulan.
Malam ini juga dipercaya sebagai waktu turunnya para Malaikat dengan dipimpin langsung Malaikat Jibril atas izin-Nya.
Lailatul Qadar juga kerap disebut sebagai malam penuh kedamaian hingga terbit fajar.
Lailatul Qadar atau Lailatul Al-Qadar adalah malam penting yang hanya terjadi di bulan ramadhan dan malam lailatul Qadar juga malam yang dimuliakan Allah SWT melebihi malam malam lainnya.
• Apa yang membuat malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan Begitu Spesial? Berikut Penjelasannya!
Malam Lailatul Qadar terjadi pada 1 malam ganjil pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan (Malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29)
Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. (HR Bukhari dan HR Muslim)
Nah, untuk mendapatkan berkah di malam Lailatul Qadar ini doa apakah yang harus kita baca?
Diriwayatkan bahwa ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang sebaiknya aku baca bila bertepatan dengan malam Lailatul Qadar?”
Rasulullah bersabda: “Bacalah:
اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Dalam ejaan Bahasa Indonesia, bacaan tersebut dibaca sebagai berikut
Allahumma Innaka 'Afuwwun, Tuhibbul 'Afwa, Fa'fu 'Anni
Doa malam Lailatul Qadar tersebut bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka akan memiliki arti berikut:
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi ampunan dan menyukai orang yang memohon ampunan, maka ampunilah aku." (HR: At-Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850, Ahmad VI/171, Al-Hakim I/530 dan An-Nasa'i dalam Amalul Yaum wal Lailah, silahkan lihat Shahih Jami' At-Tirmidzi).
close